=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193957 =005 20260210021105 =035 ##$$a 0010-0226001041 =245 1#$$a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KRISTEN KECAMATAN SIANTAR SELATAN KOTA PEMATANGSIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Rangga Aditya =100 #$$a Rangga Aditya =300 ##$$a 13 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19023 =700 #$$a Roslianah =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.728 095 981 231 =084 ##$$a 363.728 095 981 231 RAN i =650 #4$$a Manajemen Sampah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Pematangsiantar kehilangan predikat adipura karena meningkatnya jumlah sampah setiap harinya, sehingga menyebabkan Tempat Pembuangan Akhir menjadi overload. Beranjak dari kelurahan terbaik yang menjadi perwakilan Kota Pematangsiantar dalam penilaian adipura yaitu Kelurahan Kristen, masih terdapat banyak hambatan di dalamnya sehingga membuat pelaksanaannya belum optimal, oleh karena itu Lurah Kristen mengambil langkah kebijakan pengelolaan sampah dengan membentuk kader lingkungan dengan berdasar kepada Peraturan Walikota Kota Pematangsiantar No.28 Tahun 2018 tentang Jakstrada pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana, faktor pendukung dan penghambat, strategi Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Kristen Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kelurahan Kristen telah berjalan dengan baik meskipun belum optimal. Hambatan yang ada seperti halnya jarak TPA yang jauh, kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan sumber daya manusia di sektor pemerintah kelurahan, minimnya keinginan masyarakat terhadap inovasi kader lingkungan, terbatasnya sdm pada sektor pemerintah kelurahan, dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kesimpulan: Implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kelurahan Kristen menunjukkan kemajuan meskipun belum optimal. Kendala utama meliputi jarak yang jauh ke TPA, kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan sumber daya manusia di pemerintah kelurahan, minimnya minat masyarakat terhadap inovasi kader lingkungan, serta rendahnya kesadaran akan kebersihan lingkungan. Perlu peningkatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan.