=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193961 =005 20260210021927 =035 ##$$a 0010-0226001045 =245 1#$$a ANALISIS KUALITAS WEBSITE BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN, KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH /$c Anindita Ayu Nugraheni =100 #$$a Anindita Ayu Nugraheni =300 ##$$a 14 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17560 =700 #$$a Eem Nurnawati =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 005.360 959 826 43 =084 ##$$a 005.360 959 826 43 ANI a =650 #4$$a Sistem Informasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terselenggaranya e-government merupakan salah satu wujud implementasi SPBE di Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, hingga saat ini pemerintah Kabupaten Wonosobo masih terus berupaya mengembangkan implementasi kebijakan digitalisasi pemerintahan salah satunya melalui pemanfaatan website instansi pemerintah. Website Badan Pengelolaan Pendapatan, keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo (BPPKAD) dengan tautan bppkad.wonosobokab.go.id menjadi salah satu wujud inovasi layanan publik. Akan tetapi dalam penerapan serta pengelolaan nya, website BPPKAD sampai saat ini masih kurang up-to-date dengan beberapa fitur yang tidak dapat diakses serta jumlah pengunjung yang masih minim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas website BPPKAD Kabupaten Wonosobo dengan mengidentifikasi kualitas website berdasarkan tiga dimensi dari teori Kualitas Website yang dikemukakan oleh Alvaro Rocha. Selain itu, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui kendala serta upaya dalam implementasi website BPPKAD Kabupaten Wonosobo. Metode: Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data pendekatan induktif. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Website BPPKAD Kabupaten Wonosobo sudah memenuhi tiga dimensi dalam teori kualitas website menurut Alvaro Rocha yaitu meliputi 8 indikator yaitu akurasi, relevansi, kq4elengkapan, pembaruan, keandalan, daya tanggap, kegunaan dan aksesibilitas. Kesimpulan: Adapun faktor penghambat yang terjadi dalam pengelolaan website yaitu kurangnya SDM, rentan gangguan jaringan, dan pengetahuan masyarakat kurang. Saran yang dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa permasalahan yaitu menambah sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang IT, khususnya dalam melaksanakan pengelolaan website, mengoptimalkan pengelolaan website dengan cara memperbaiki fitur yang tidak dapat diakses dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan website BPPKAD Kabupaten Wonosobo.