=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193974 =005 20260210083912 =035 ##$$a 0010-0226001058 =245 1#$$a EVALUASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM PENANGANAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG /$c Alkindi Sulton Farsaev =100 #$$a Alkindi Sulton Farsaev =300 ##$$a 22 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19968 =700 #$$a Nur Saribulan =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.370 959 818 51 =084 ##$$a 363.370 959 818 51 ALK e =650 #4$$a Penanggulangan Kebakaran =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis menyoroti masalah dalam evaluasi kebijakan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, yang masih menghadapi banyak kendala.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi kebijakan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Tulang Bawang serta upaya yang dilakukan dalam penerapannya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang mencakup enam dimensi: efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas, dan ketetapan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Tulang Bawang belum berjalan baik dari dimensi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, dan ketetapan, meskipun dari segi responsivitas sudah cukup baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya SDM kompeten, koordinasi yang lemah, dan program kebijakan yang belum terlaksana. Akibatnya, anggaran hampir maksimal tetapi hasil belum optimal, dan kegiatan penanggulangan masih terkendala.Kesimpulan: Kebijakan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Tulang Bawang belum berjalan optimal. Kendala utama meliputi kurangnya SDM kompeten, koordinasi yang lemah, dan belum terlaksananya program kebijakan. Meski anggaran hampir maksimal, hasil belum optimal dan kegiatan penanggulangan masih terkendala. Upaya sosialisasi dan peningkatan kompetensi pegawai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah dilakukan. Peneliti menyarankan memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan sosialisasi langsung di setiap wilayah, melibatkan masyarakat, TNI/Polri, dan instansi terkait.