=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001193976 =005 20260210085435 =035 ##$$a 0010-0226001060 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PROGRAM BAPAK BUNDA ASUH ANAK STUNTING DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA /$c Wenno, Billy Frederick =100 #$$a Wenno, Billy Frederick =300 ##$$a 13 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19510 =700 #$$a Sarwani =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.809 598 814 2 =084 ##$$a 363.809 598 814 2 WEN i =650 #4$$a Penanganan Masalah Stunting =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis menyoroti masalah-masalah yang terjadi selama pelaksanaan implementasi program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua, di mana masih terdapat kendala dalam mengatasi masalah stunting dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting, dengan fokus pada faktorfaktor yang mendukung dan menghambat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil /Temuan: Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua masih belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. Kesimpulan: Pelaksanaan program bapak bunda asuh anak stunting dalam penanganan stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua belum berjalan dengan baik dikarenakan adanya tantangan signifikan terkait keterbatasan akses, konsistensi aturan, ketidakcukupan personil, dan sumber daya yang terbatas, namun upaya kolaboratif dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut. hambatan dalam implementasi program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai program bapak bunda anak asuh stunting, menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya program tersebut dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak serta keluarga di Kabupaten Kepulauan Yapen. Guna meningkatkan pelaksanaan program maka disarankan untuk meningkatkan efektivitas program Bapak Bunda Anak Asuh Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen, diperlukan peningkatan strategi sosialisasi melalui media yang beragam, penguatan kerjasama lintas sektor, dan inovasi dalam pendekatan untuk mencapai wilayah terpencil, yang merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta kesuksesan program tersebut.