=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194001 =005 20260211091831 =035 ##$$a 0010-0226001085 =245 1#$$a PELAYANAN IZIN USAHA MIKRO DAN KECIL MELALUI OSS-RBA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT : $b - /$c Alfirsty Juwita Anjani =100 #$$a Alfirsty Juwita Anjani =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14030 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 338.642 598 651 2 =084 ##$$a 338.642 598 651 2 ALF p =020 ##$$a - =650 #4$$a usaha mikro =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan terkait pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori pelayanan dari Zeithmal, dalam Hardiansyah (2018:63-63) meliputi lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy menunjukkan bahwa pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA telah berjalan dengan baik. Namun, masih saja terdapat kendala seperti sumber daya aparatur yang kurang memadai, kurangnya kemampuan pelaku usaha dalam penggunaan sistem OSS-RBA, kinerja dan disiplin aparatur yang kurang maksimal dan kesadaran masyarakat akan legalitas usaha dan tempat masih kurang. Kesimpulan: Pelayanan izin usaha mikro dan kecil melalui OSS-RBA di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah cukup baik dilihatdari dimensi tangibles, responsiveness, assurance, dan empaty. Namun untuk dimensi reliability masih kurang baik dan perlu ditingkatkan sehingga disarankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat melakukan pendidikan dan pelatihan sistem OSS-RBA bagi para ASN, mengadakan sosialisasi OSS-RBA kepada pelaku usaha, melakukan rekruitmen yang tepat, dan pembinaan disiplin aparatur. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat merekrut aparatur yang menguasai bidang tertentu, dalam hal ini adalah bidang pelayanan perizinan, mengadakan pelatihan kepada para ASN, mengadakan sosialisasi secara rutin guna memperkenalkan secara luas bahwa penggunaan OSS-RBA yang bisa diakses dari rumah mampu memudahkan para pelaku usaha, termasuk pemohon IUMK.