=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194013 =005 20260211093334 =035 ##$$a 0010-0226001097 =245 1#$$a STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT : $b - /$c REHABEAM KEMESRAR =100 #$$a REHABEAM KEMESRAR =250 ##$$a - =300 ##$$a 16 : $b Ilust. ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13413 =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 915.980 459 883 12 =084 ##$$a 915.980 459 883 12 REH s =020 ##$$a - =650 #4$$a perjalanan wisata di Indonesia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah yang sedang terjadi di Kabupaten Sorong Selatan adalah kurangnya keefektifan Dinas Pariwisata dalam mengembangakn potensi sumber daya alam yang sudah tersedia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi apa yang bisa di lakukan oleh Dinas Parawisata Kabupaten Sorong Selatan untuk mengembangkan Potensi 2 Pariwisata. Untuk mengetahui strategi yang dapat direkomendasikan kepada Dinas Pariwisata penelitian ini menggunakan teori analisi SWOT dari F. Rangkuti (2017). Metode: Metode yang dilakukan Peneliti ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan Data yang di dilakukan melalui obsevasi langsung wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap ini, peineliti akan meingukur tingkat strategi isu agar dapat dikeitahuii seberapa besar kontribusi isu tersebuit teirhadap eksistensi dan keberhasilan organisasi dalam upaya pencapaian tujuan, sebagai alat ukurnya dipergunakan alat uji litmus. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi yang sudah ditemukan oleh peneliti kemudian di tes menggunakan uji litmus. Hasil/Temuan: Hasil penetlitian yang ditemukan berupa strategi yang direkomendasikan antara lain, menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar di area pariwisata,misalnya menyediakan (tour guide,paket wisata, kios sovenir yang di kelola oleh masyarakat, bekerja sama dengan instansi pemerintahan lainnya dalam mengatur perbatasan wilayah keamanan tempat wisata dan penanggulangan bencana alam, dan Dinas Pariwisata memperbaiki dan meningkatkan fasilitas yang dapat memudahkan wisatawan untuk memenuhi kebutuhannya,misalnya hotel/penginapan,alat transpotasi,rumah makan dan tempat pembuangan sampah yang berada di tempat wisata tersebut. Kesimpulan: Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan hendaknya lebih mengoptimalkan lagi promosi-promosi dan publikasi objek-objek wisata pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Sedangkan dari sisi Sumber Daya Manusia, pemerintah diharapkan lebih memprioritaskan dan meningkatkan pengembangan pariwisata dalam proses perekrutan pegawai.