=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194021 =005 20260211094112 =035 ##$$a 0010-0226001105 =245 1#$$a PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN PERMODALAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH /$c KAMISOPA, JENNIFER ELISABETH =100 #$$a KAMISOPA, JENNIFER ELISABETH =250 ##$$a - =300 ##$$a 9 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14979 =700 #$$a Umar Nain =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 639.209 259 881 12 =084 ##$$a 639.209 259 881 12 KAM p =020 ##$$a - =650 #4$$a nelayan =520 ##$$a Pemberdayaan masyarakat nelayan di Kabupaten Nabire yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire melalui program Penguatan Kelembagaan dan Permodalan masyarakat nelayan di Nabire mengalami permasalahan yang disebabkan oleh belum meratanya penyaluran bantuan modal dan juga kelembagaan nelayan yang belum terbentuk dengan baik sehingga munculah hambatan terhadap penyaluran bantuan baik dari modal, sarana prasarana yang belum merata hingga sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat nelayan untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonominya. Tujuan : maksud dan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan masyarakat nelayan di Kabupaten Nabire berlangsung dengan adanya program Penguatan Kelembagaan dan Permodalan bagi nelayan dan turut menganalisis faktor penghambat yang terjadi di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode : penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta ditinjau dari beberapa literatur dan informan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan oleh totok mardikanto dengan 4 dimensi yaitu bina manusia, bina lingkungan, bina kelembagaan dan bina usaha. Hasil atau temuan : Penelitian yang dilakukan memperoleh hasil yang menunjukan bahwa pemberdayaan terhadap masyarakat nelayan yang ada di kabupaten Nabire dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kedala yang masih dihadapi. Terdapat hambatan yang dihadapkan pada kendala kelembagaan nelayan berdasarkan etnis,kurangnya sumber daya manusia yang maju, sendi – sendi kelembagaan nelayan yang belum kuat,penyaluran modal yang masih terhambat, serta belum adanya renovasi terhadap sarana dan prasarana penunjang pemberdayaan terhadap masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Nabire.Kesimpulan : Penguatan kelembagaan dan permodalan dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di Kabupaten Nabire belum optimal dan masih ditemukan factor pengambat di dalamnya. Hal ini terlihat dari belum terlaksananya penyuluhan dan pelatihan yang intensif