=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194034 =005 20260211100142 =035 ##$$a 0010-0226001118 =245 1#$$a PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Bryan Rafael =100 #$$a Bryan Rafael =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 hlm : $b Ilust ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12174 =700 #$$a - =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 352.359 868 11 =084 ##$$a 352.359 868 11 BRY p =020 ##$$a - =650 #4$$a manajemen kepegawaian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pegawai Negeri Sipil yang berkompeten dan berkualitas menjadi faktor penting tercapainya tujuan dari suatu perangkat daerah, seperti hal-nya yang terjadi di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat. Perangkat daerah yang baru terbentuk diduga menjadi penyebab kurangnya kompetensi Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan bidang tugasnya, agar urusan penyelenggaraan pemerintahan dapat tercapai dengan baik tentu perlu adanya tindak lanjut yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat terhadap Pegawai Negeri Sipil yang bekerja dikantor tersebut. Tindak lanjut tersebut salah satunya adalah dengan mengupayakan pengembangan kompetensi bagi Pegawai Negeri Sipil di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif melalui pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori pengembangan kompetensi menurut Sedarmayanti (2013: 299) yaitu: kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial dan kompetensi intelektual/strategik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil belum berjalan dengan baik. Faktor penghambat seperti: kurangnya motivasi Pegawai Negeri Sipil, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat yang baru terbentuk dan terbatasnya anggaran akibat dari pelaksanaan refocusing dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat. Kesimpulan: Pengembangan kompetensi PNS yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat belum dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran karena masih adanya kendala atau hambatan yang dihadapi.