=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194129 =005 20260211115044 =035 ##$$a 0010-0226001213 =245 1#$$a ANALISIS KESIAPAN E-GOVERMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Faryd Muhammad =100 #$$a Faryd Muhammad =300 ##$$a 26 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19991 =700 #$$a Agung Nurrahman =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 351.095 984 841 =084 ##$$a 351.095 984 841 FAR a =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini berfokus pada kurangnya fasilitas penerapan E-Government dan nilai SPBE yang masih rendah di Kabupaten Muna. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin menganalisis sejauh man kesiapan e-govovernment di Kabupaten Muna. Metode: Penelitian menggunakan metode quasi qualitative dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta pengambilan sampel purposive sampling, dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori kesiapan e-government oleh Indrajit dan teori smart governance oleh Giffenger. Hasil/Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pada dimensi partisipasi masyarakat, regulasi, dan peran aktif pemerintah masih kurang, akan tetapi pada dimensi kesiapan SDM pemda, tingkat konetifitas apenggunaan TI, dan perubahan paradigma sudah berjalan dengan baik. Infrastruktur tekomunikasi di kabupaten Muna ditemukan sudah baik hanya saja pada infrastruktur jaringan masih belum maksimal terkhusus daerah pelosok yang masih sulit mendapatkan akses internet. Smart governance Kabupaten Muna dalam mengambil keputusan selalu melibatkan partisipasi masyrakat. Masyarakat diwakili kepala kecamatan mengadakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) bersama Bupati Muna yang diadakan tiap tahun. Usulan masyarakat sebagai tingkat partisipasi dalam mengambil keputusan untuk menetapkan suatu kebijkan akan menjadi prioritas.