=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194155 =005 20260211090153 =035 ##$$a 0010-0226001239 =245 1#$$a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Polu, Theodorus Alexandro =100 #$$a Polu, Theodorus Alexandro =250 ##$$a - =300 ##$$a 8 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15666 =700 #$$a Dadang Suwanda =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 352.480 959 868 31 =084 ##$$a 352.480 959 868 31 POL a =020 ##$$a - =650 #4$$a Keuangan Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang sistem pemerintah Indonesia yang bergeser menjadi desentralisasi fiskal terkait dengan wewenang yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pemerintah Daerah yaitu otonomi daerah. Kewenangan penyelenggaraan, pengendalian, pengaturan, dan perencanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat agar bisa mengatur urusannya sendiri berdasarkan kemampuan dan karakteristik daerahnya masingmasing serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah, untuk mengetahui factor pendukung dan penghambat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kabupaten Ngada selama 5 tahun anggaran yakni tahun 2016-2020 menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap pendapatan daerah yang berasal dari pemerintah pusat maupun provinsi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintahdaerah dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah, yakni dengan cara antara lain: Menggali potensi-potensi daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber PAD baru untuk dijadikan objek maupun subjek dari pajak dan retribusi daerah. Kemudian pengembangan hal baru dalam meningkatkan PAD melalui penerapan teknologi informasi berbasis online sebagai sarana pendukung bagi pendataan, penetapan dan pemungutan PAD yang ada. Kesimpulan: Kemampuan keuangan daerah yang ada diukur berdasarkan hasil analisis rasio yang menunjukkan Kabupaten Ngada tergolong masih rendah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah yang belum optimal atau masih sangat rendah, hal ini dapat kita ilihat dari target dan realisasi PAD yang masih rendah. Kemudian potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, hal ini ditandai dengan banyaknya aktivitas perekonoman daerah yang belum optimal dikenakan pajak dan retribusi. Serta tingginya tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap dana transfer yang ada, hal ini ditandai dengan tingkat kemampuan PAD yang rendah jika dibandingkan dengan dana transfer umum yang masih sangat tinggi.