=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194172 =005 20260211100153 =035 ##$$a 0010-0226001256 =245 1#$$a ANALISIS PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KEPEGAWAIAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN /$c Dapit =100 #$$a Dapit =250 ##$$a - =300 ##$$a 12 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15982 =700 #$$a Ajud Tajudin =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 354.750 959 813 91 =084 ##$$a 354.750 959 813 91 DAP a =020 ##$$a - =650 #4$$a Administrasi Bidang Komunikasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perkembangan zaman yang semakin maju dan pengembangan kompetensi yang sangat penting menuntut Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan kualitas, kemampuan, keterampilan, pengetahuan serta perilaku dari Aparatur Sipil Negara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis serta mendeskripsikan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan, mengetahui faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi. Metode: Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan telah tergolong baik namun masih belum optimal. Kesimpulan: Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan telah tergolong baik namun masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya yakni Belum optimalnya pemenuhan kebutuhan dan pemanfaatan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, anggaran dan kuota yang terbatas serta motivasi Aparatur Sipil Negara yang masih kurang. Upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan tersebut adalah dengan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dan pemanfaatan kesempatan dalam pengembangan kompetensi, Penambahan alokasi anggaran pengembangan kompetensi serta memberikan dorongan dan motivasi kepada Aparatur Sipil Negara.