=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194177 =005 20260211102004 =035 ##$$a 0010-0226001261 =245 1#$$a EFEKTIVITAS REKRUTMEN CPNS FORMASI HONORER K-2 DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PNGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA /$c Purdy Proboningrat =100 #$$a Purdy Proboningrat =250 ##$$a - =300 ##$$a 7 hlm : $b - ; $c -$e - =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15522 =700 #$$a Ayu Widowati Johannes =260 ##$$a Sumedang :$b IPDN,$c 2023 =082 ##$$a 658.359 881 73 =084 ##$$a 658.359 881 73 PUR e =020 ##$$a - =650 #4$$a Manajemen Kepegawaian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil formasi honorer k-2 yang dilakukan di wilayah Kabupaten Jayapura terdapat permasalahan yang ditemukan seperti ketidaksesuaian administrasi bagi tenaga honorer yang mengikuti rekrutmen, usia tidak sesuai ketentuan, lamanya proses rekrutmen dan adanya kegiatan pungutan liar dalam 2 rekrutmen. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas rekrutmen calon pegawai negeri sipil formasi K-2 pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil formasi K-2 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jayapura belum efektif karena pelaksanaan rekrutmen ini sudah dilakukan dari tahun 2021 sampai dengan sekarang masih juga belum selesai namun dari segi prosedur, alur dan penyampaian informasi terkait adanya rekrutmen sudah cukup baik. Kesimpulan: Efektifitas Rekrutmen CPNS Formasi Honorer K-2 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, masih belum efektif karena masih belum sesuai dengan teori efektifitas yang peneliti gunakan yaitu teori efektifitas menurut Duncan dalam Steers, dimana masih ada beberapa indikator yang belum terpenuhi dan memiliki hambatan seperti indikator jadwal kegiatan, kurun waktu, prosedur rekrutmen, sasaran, peningkatan kemampuan, sarana dan prasarana. Total ada 6 indikator yang belum terpenuhi dalam hasil penelitian ini, dan untuk indikator yang tidak ada hambatan ada 1 indikator yaitu indikator sosialisasi.