=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194220 =005 20260216112005 =035 ##$$a 0010-0226001304 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN ROTAN GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TUGU KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN /$c Satriyo Ponco Cahyo Mukti =100 #$$a Satriyo Ponco Cahyo Mukti =300 ##$$a 8 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15721 =700 #$$a Ridwan =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 307.109 598 284 3 =084 ##$$a 307.109 598 284 3 SAT p =650 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada masyarakat Desa Tugu yang sebagian besar berprofesi sebagai pengrajin kerajinan rotan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemberdayaan pengrajin rotan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan, untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam melakukan pemberdayaan pengrajin rotan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan serta untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pemberdayaan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah pemberdayaan pengrajin rotan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan masih belum optimal, dapat dilihat berdasarkan jenis barang yang diproduksi yang terbilang monoton dan tidak variatif, adapun faktor penghambat yang dihadapi yaitu Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemberdayaan yang dilakukan, Sarana dan prasarana yang kurang seperti pendingin ruangan, kurangnya pemahaman masayarakat tentang pemasaran berbasis online. Kesimpulan: Pemberdayaan pengrajin rotan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan masih belum optimal, dapat dilihat berdasarkan jenis barang yang diproduksi yang terbilang monoton dan tidak variatif.