=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194285 =005 20260218112542 =035 ##$$a 0010-0226001369 =245 1#$$a PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KECAMATAN PONOROGO DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2020 KABUPATEN PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR /$c Dita Anggraini =100 #$$a Dita Anggraini =300 ##$$a 11 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15839 =700 #$$a Ahmad Averus =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 323.042 095 982 811 =084 ##$$a 323.042 095 982 811 DIT p =650 #4$$a Partisipasi Politik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat merupakan suatu sistem penting dalam sebuah negara. Kesadaran politik masyarakat dalam hal memberikan hak pilihnya pada pelaksanaan pilkada merupakan hal yang wajib karena menyangkut masa depan suatu daerah dalam lima tahun kedepan. Hasil rekapitulasi suara pada pilkada Kabupaten Ponorogo tahun 2020 menunjukkan penurunan suara sebesar 1,56% dibandingkan pada pilkada Kabupaten Ponorogo tahun 2015. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat pada pilkada Kabupaten Ponorogo tahun 2020 dengan menggunakan teori Surbakti (2010) sehingga diperoleh faktor-faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi politik masyarakat pada pilkada Kabupaten Ponorogo tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi politik masyarakat berdasarkan dimensi pada teori Surbakti (2010) yaitu: (1) Kesadaran Politik, dengan indikator pengetahuan tentang lingkungan, masyarakat, dan politik serta ikut dalam proses pengambilan keputusan politik, (2) Kepercayaan pada pemerintah, dengan indikator penilaian seseorang terhadap panitia penyelenggara pilkada, (3) Status Sosial, dengan indikator keturunan, pendidikan, dan pekerjaan, (4) Status Ekonomi, dengan indikator pendapatan, (5) Afiliasi Politik Orang Tua, dengan indikator tergabung dalam partai politik, (6) Pengalaman Berorganisasi, dengan indikator pernah atau sedang tergabung dalam suatu organisasi atau kelompok. Kesimpulan: Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan partisipasi politik masyarakat pada pilkada Kabupaten Ponorogo tahun 2020 adalah faktor kesadaran masyarakat dan status sosial. Saran bagi permasalahan tersebut adalah menggiatkan sosialisasi yang dilakukan instansi terkait dan memperbarui sistem pelaksanaan pilkada menggunakan e-voting.