=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194298 =005 20260219103854 =035 ##$$a 0010-0226001382 =245 1#$$a KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA /$c JAMALUDDIN FAJAR IRIBARAM =100 #$$a JAMALUDDIN FAJAR IRIBARAM =300 ##$$a 11 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16085 =700 #$$a Busiri =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 658.309 598 831 3 =084 ##$$a 658.309 598 831 3 JAM k =650 #4$$a Manajemen Personalia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Peristiwa bencana banjir yang terjadi di Daerah Kota Sorong, memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kinerja Pegawai Negeri Sipil BPBD Kota Sorong selaku instansi atau lembaga pemerintah yang bergerak di bidang penanggulangan bencana. Hasil/Temuan: Penyebab dari permaslahan Kinerja Pegawai Negeri Sipil di BPBD Kota Sorong yaitu gedung kantor yang representative, Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota sorong yang terbatas, masih terbatasnya sarana dan prasarana penunjang aparatur, belum adanya sosialisasi penanggulangan bencana banjir yang dilakukan oleh BPBD Kota Sorong, sehingga kurangnya pemahaman masyarakat tentang penanggulangan bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil BPBD dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Sorong. Metode: Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan dari data yang ada. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, Secara umum kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong dapat dikatakan sudah berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan prosedur yang telah direncanakan serta diharapkan. Hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan pegawai dalam penanggulangan bencana banjir dan terbatasnya sarana kelengkapan penunjang kinerja PNS.