=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194333 =005 20260220012028 =035 ##$$a 0010-0226001417 =245 1#$$a STRATEGI PENATAUSAHAAN ASET TETAP DALAM MEMPERTAHANKAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN PADA LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Ahmadani Fajri Zyarirah =100 #$$a Ahmadani Fajri Zyarirah =300 ##$$a 12 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12289 =700 #$$a Bahrullah Akbar =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.430 959 848 21 =084 ##$$a 352.430 959 848 21 AHM s =650 #4$$a Pengawasan Keuangan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Opini Wajar Tanpa Pengecualian telah diperoleh pemrintah Kabupaten Kolaka selama 6 Tahun Bertutu-turut diperoleh oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Penatausahaan aset tetap menjadi hal yang paling disoroti dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian pada laporan keuangan Kabupaten Kolaka dan didapatkan beberapa perubahan yang harus di sesuaikan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Tujuan: Penelitian di bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penatausahaan aset tetap serta yang menjadi kelemahan dan kekuatan yang tepat dilakukan sehingga dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian pada laporan keuangan Kabupaten Kolaka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, bersigat deskriptif dengan pendekatan induktif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi sehingga mampu menggambarkan objek penelitian sesuai dengan fakta dilapangan. Hasil/Temuan : menunjukkan bahwa pelaksanaan penatausahaann aset tetap di Kabupaten Kolaka belum optimal meskipun telah mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian. Kesimpulan : Badan Keuangan dan Aset Daeraah masih ditemukan surat dan dokumen aset tetap tanah dan kendaraan yang tidak ada, Masih kurangnya Sumber Daya Manusia yang handal dalam menjalankan pengelolaan aset tetap serta masih ditemukan hambatan lain. Oleh karena itu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kolaka memerlukan kekuatan sehingga dapat mengatasi setiap kelemahan tersebut sehingga dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Mepertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian melalu perencanaan langkah, pengimplementasian, dan pemantauan.