=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194336 =005 20260220045437 =035 ##$$a 0010-0226001420 =245 1#$$a PENGEMBANGAN KOMPETENSI DALAM MENINGKATKAN KINERJA APARATUR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BIREUEN /$c Sayidul Umam Azizi =100 #$$a Sayidul Umam Azizi =300 ##$$a 14 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16097 =700 #$$a Stenly Ferdinand Pangerapan =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 658.312 409 598 114 3 =084 ##$$a 658.312 409 598 114 3 SAY p =650 #4$$a Pengembangan Kepegawaian =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana pengembangan kompetensi dalam meningkatkan kinerja aparatur dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Bireuen serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi. Adapun dalam melaksanakan penelitian, peneliti berpedoman pada teori pengembangan kompetensi yang dikemukakan oleh Sedarmayanti yang terdiri atas empat dimensi yaitu kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan stratejik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi dalam meningkatkan kinerja aparatur dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Bireuen, faktor yang mempengaruhi pengembangan pegawai, serta upaya dalam pengembangan pegawai di Kabupaten Bireuen. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ditentukan oleh peneliti dengan teknik purposive sampling. Sumber data diperoleh dari person, paper, dan place. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisa analisis melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data. Hasil: Penulis menemukan kekurangan dari pengembangan kompetensi dalam meningkatkan kinerja aparatur Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen yaitu pengembangan kompetensi yang belum diterapkan secara optimal dan masih kurangnya tingkat pendidikan serta kurangnya minat aparatur untuk meningkatkan inovasi dan keterampilannya harus menjadi perhatian untuk dapat diperbaiki kedepannya. Kesimpulan: Hasil dari penelitian tersebut diketahui bahwa pengembangan kompetensi pegawai sudah cukup baik dengan memberikan tugas belajar dan izin belajar, mengarahkan pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, mengikuti seminar, penataran dan lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya masih belum optimal, ini disebabkan karena hambatan yang ada dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk mengoptimalkan pengembangan pegawai seperti memberikan motivasi pegawai baik secara pribadi maupun melalui pertemuan, melakukan pengusulan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai, dan memberikan sosialisasi terkait pentingnya pengembangan kompetensi.