=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194351 =005 20260220113942 =035 ##$$a 0010-0226001435 =245 1#$$a KINERJA PEGAWAI DALAM PELAKSANAAN DIKLAT PRAJABATAN CPNS DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Sinaga, Daniel =100 #$$a Sinaga, Daniel =300 ##$$a 12 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16025 =700 #$$a Devi Irena =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 658.309 598 12 =084 ##$$a 658.309 598 12 SIN k =650 #4$$a Manajemen Personalia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tercapainya suatu kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baik ialah perihal utama dan sangat diperhatikan dari reformasi sektor publik. Namun yang dikhawatirkan ketika ASN menjumpai perubahan yang terjadi terhadap lingkungan kerjanya bisa berdampak terhadap kinerja pegawai tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja pegawai dalam melaksanakan diklat prajabatan CPNS, mengidentifikasikan faktor-faktor penghambat kinerja pegawai, dan mengetahui upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pelaksanaan diklat prajabatan CPNS di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi SumateraUtara. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Teori Amstrong dan Baron dalam Wibowo (2016) tentang kinerja dengan Dimensi Faktor Pribadi, Faktor Kepemimpinan, Faktor Tim, Faktor Sistem, dan Kontekstual/Situasional. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara sudah cukup baik dilihat dari hasil capaian kinerja pegawai. Tetapi masih ada faktor penghambat dalam kinerja pegawai dalam pelaksanaan program diklat prajabatan CPNS di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara yaitu Keterbatasan jumlah sumber daya aparatur, fasilitas yang kurang memadai, dan pegawai yang belum siap menghadapi perubahan lingkungan.Kesimpulan: upaya untuk mengatasi faktor penghambat tersebut melalui pengembangan sumber daya aparatur, dan usaha memperbaiki sarana dan prasarana.