=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194382 =005 20260221114238 =035 ##$$a 0010-0226001466 =245 1#$$a MODAL SOSIAL KOMUNITAS DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEDESAAN DI DAERAH PASCA KONFLIK KABUPATEN POSO PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Nurul Fitriani Panjili =100 #$$a Nurul Fitriani Panjili =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13312 =700 #$$a Akhmad Marzuki =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 305.409 598 444 1 =084 ##$$a 305.409 598 444 1 NUR m =650 #4$$a Pemberdayaan Perempuan (Kelompok Sosial Wanita) =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Kabupaten Poso merupakan salah satu daerah pasca konflik di Indonesia. Pemulihan daerah pasca konflik menjadi permasalahan utama dalam upaya pembangunan kembali yang ditinjau dari perspektif agama, sosial, dan ekonomi serta budaya dan politiknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan daerah pasca konflik bukan hanya sebatas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk menjadi pedoman dalam penyelenggaran pembangunan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan induktif berdasarkan dari fakta-fakta empirik di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antisipasi publik terhadap kemungkinan terjadinya kembali konflik juga harus diperhatikan karena masih dalam situasi konflik yang rentan. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa urgensi modal sosial komunitas dalam hal ini Institut Mosintuwu berhasil berhasil mencetak perempuan berdaya dan mandiri secara ekonomi, sosial dan politik melalui program-programnya khususnya perempuan yang ada di wilayah pedesaan dan merupakan daerah pasca konflik di Kabupaten Poso.