=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194383 =005 20260221114639 =035 ##$$a 0010-0226001467 =245 1#$$a ANALISIS MODEL PENTAHELIX UNTUK PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) KERAJINAN ROTAN DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR /$c Rifki Maulana =100 #$$a Rifki Maulana =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12655 =700 #$$a Kartiwi =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.642 095 981 111 =084 ##$$a 338.642 095 981 111 RIF a =650 #4$$a Usaha Mikro =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada peran dan upaya yang dilakukan oleh kelima dimensi pentahelix dalam mengembangkan UMKM kerajinan rotan di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis model pentahelix dalam memasarkan dan mengembangkan UMKM kerajinan rotan di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: Peran dan upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis atau swasta dan media terkait pemasaran dan pengembangan UMKM kerajinan rotan ini sudah berjalan dengan baik. Tetapi, ada beberapa faktor yang menyebabkan UMKM kerajinan rotan ini kurang berkembang yaitu kurangnya semangat serta kefokusan dari pelaku usaha kerajinan rotan untuk merintis usahanya agar berkembang, kurangnya modal yang diberikan oleh pemerintah, kurangnya mitra kerja pemerintah untuk membantu melaksanakan program dari pemerintah, kemudian kurangnya kesadaran pelaku usaha kerajinan rotan untuk bergabung ke dalam satu wadah yaitu BUMG agar usahanya lebih berkembang sekaligus mengangkat nama gampong. Kesimpulan: Pemerintah memberikan modal usaha, pemerintah meningkatkan kegiatan kemitraan, pelaku usaha harus mempunyai jiwa kewirausahaan yang dibantu oleh pemerintah, pemerintah membantu gampong untuk membuat BUMG, dan stakeholder bisa ikut partisipatif perihal ini.