=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194385 =005 20260221120103 =035 ##$$a 0010-0226001469 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL TENUN TROSO OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH /$c Firda Tasya Ulayya =100 #$$a Firda Tasya Ulayya =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13165 =700 #$$a Juliati Prihatini =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.642 095 982 663 =084 ##$$a 338.642 095 982 663 FIR p =650 #4$$a Usaha Mikro =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Sektor industri merupakan salah satu dari beberapa potensi yang sangat bagus untuk terus dilakukan pengembangan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan industri kecil tenun troso di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara merupakan salah satu kearifan lokal dan penopang perekonomian masyarakat dengan adanya penyerapan tenaga kerja dan daya tarik menenun menggunakan ATBM bagi Kabupaten Jepara dalam menarik wisatawan. Tujuan: Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemeberdayaan industri kecil tenun troso, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam pemberdayaan industri kecil tenun troso di Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan secara induktif. Hasil/Temuan: Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan industri kecil tenun troso dapat mendorong para pelaku usaha tenun troso untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produktifitas. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan industri kecil tenun troso telah dilakukan oleh Dinas Perindustrin dan Perdagangan Kabupaten Jepara. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan dalam proses pemberdayaan industri kecil tenun troso yaitu berkurangnya jumlah perajin tenun troso, masih terdapat sosialisasi atau kegiatan yang belum terlaksana seperti sosialisasi HaKI, belum adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan masih belum aktifnya beberapa organisasi atau kelompok masyarakat mengenai tenun troso.