=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194387 =005 20260221030726 =035 ##$$a 0010-0226001471 =245 1#$$a OPTIMALISASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DALAM RANGKA REHABILITASI DAN REKONTRUKSI DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH /$c Muhammad Farhan Selian =100 #$$a Muhammad Farhan Selian =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12367 =700 #$$a Muh. Ilham =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.495 095 981 131 =084 ##$$a 363.495 095 981 131 MUH o =650 #4$$a Pengamanan Pasca Bencana Tanah Longsor =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peristiwa Bencana yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sepanjang tahun 2022 kemarin menyebabkan beberapa lokasi di Kabupaten Aceh Tengah di jadikan kawasan rawan bencana dan kerusakan pada infrastruktur sehingga perlu dilakukan perbaikan. Pemerintah Daerah khususnya Bappeda dan BPBD melakukan pemberian bantuan dana stimulan dan huntap bagi warga terdampak bencana, penanganan bencana setelah terjadinya bencana merupakan langkah mengembalikan keadaan seperti semula. Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja BPBD dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Belitung. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Wawancara dengan 6 orang informan. Hasil/Temuan: Penelitian ini menunjukkan Optimalisasi Pendataan kerusakan infrastruktur yang rusak akibat bencana belum tercapai, sehingga pemerintah daerah harus berkoordinasi dengan masyarakat masalah kejelasan data yang diperoleh agar sesuai dengan semestinya. Kendala yang paling utama yaitu banyak masyarakat yang tidakberada di lokasi sehingga pendataan yang dilakukan hanya apa adanya. Kesimpulan: Pengamatan terhadap proses pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tanah longsor serat kendala-kendala yang menghambat penyelesaian pelaksanaan program, maka pelaksanaan dari rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi belum mencapai target yang di tentukan karena masih banyak masalah yang ada di lapangan. Seperti halnya dalam pendataan yang tidak dilakukan dengan baik sehingga menyebabkan beberapa kali pendataan ulang dari pemerintah kepada masyarakat, serta masih banyak kekurangan yang perlu diperhatikan untuk diperbaiki.