=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194395 =005 20260221034647 =035 ##$$a 0010-0226001479 =245 1#$$a STRATEGI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT /$c Ricky Chandra Dermawan =100 #$$a Ricky Chandra Dermawan =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12796 =700 #$$a Udaya Madjid =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.095 982 444 =084 ##$$a 362.095 982 444 RIC s =650 #4$$a Pengendalian Sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Sumedang merupakan sebuah fenomena yang sangat mudah untuk dijumpai. Kehadiran PKL dapat menunjang kegiatan formal di lokasi tersebut. Namun apabila tidak diimbangi dengan keteraturan serta ketertiban, maka keberadaan PKL dapat merugikan pihak lain. Satuan Polisi Pamong Praja bertugas dalam melaksanakan penertiban harus didukung oleh kemampuan berkomunikasi baik dan strategi yang matang untuk menghindari terjadinya konflik. Desain penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terhadap Strategi Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Sumedang terdapat dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi dalam pelaksanaan penertiban. Penertiban yang telah dilaksanakan memiliki kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi di lapangan, kelebihan dan peluang yang dimiliki lebih banyak daripada adanya ancaman dan hambatan. Sehingga melalui analis SWOT dapat digunakan Satuan Polisi Pamong Praja dalam menyusun strategi dalam melaksanakan penertiban PKL di Kabupaten Sumedang.