=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194407 =005 20260221102842 =035 ##$$a 0010-0226001491 =245 1#$$a STRATEGI DINAS PERDAGANGAN DALAM PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BALIKPAPAN /$c Irza Athallah Shavero =100 #$$a Irza Athallah Shavero =300 ##$$a 9 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13039 =700 #$$a Abdurohim =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.642 095 983 811 =084 ##$$a 338.642 095 983 811 IRZ s =650 #4$$a Usaha Mikro =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pelaku UMKM di Kota Balikpapan secara kuantitas memiliki jumlah yang cukup banyak akan tetapi secara kualitas dari hasil produksi yang dihasilkan belum sepenuhnya memiliki standar ekspor yang siap jual untuk pasar internasional dengan begitu melalui Dinas Perdagangan Kota Balikpapan pemerintah mengambil peran penting dalam peningkatan kualitas mutu hasil produksi UMKM khas Kota Balikpapan. Tetapi di dalam melakukan pemberdayaan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan memiliki berbagai macam hambatan ataupun kendala yang dihadapi mulai dari sumber daya manusia yang belum sepenuhnya menguasai sistem teknologi informasi dengan begitu banyak aspek yang harus perbaiki dan di tingkatkan oleh Dinas perdagangan Kota Balikpapan dalam melakukan pemberdayaan kepada pelaku umkm di Kota Balikpapan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat. Tujuan : Agar peneliti memperoleh deskripsi serta informasi tentang Pemberdayaan yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan dalam melaksanakan Pemberdayaankepada pelaku UMKM di Kota Balikpapan. Metode: menggunakan metode penelitian yaitu Deskriptif Kualitatif. Hasil/Temuan: Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa strategi dari Dinas Perdagangan Kota Balikpapan dalam pemberdayaan para pelaku UMKM untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan sudah baik, hanya saja belum optimal, dikarenakan masih terdapat kendala atau hambatan yang dialami baik itu dari pemerintah maupun pelaku UMKM itu sendiri. Meskipun demikian, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan terus berupaya untuk melakukan inovasi dengan membuat klinik ekspor yang dapat membantu pelaku UMKM agar dapat go ekspor pada hasil produksi UMKM yang dihasilkan. Dengan melihat kondisi dilapangan, peneliti menyarankan kepada Dinas Perdagangan Kota Balikpapan untuk melakukan pendampingan secara rutin kepada pelaku UMKM, mengoptimalkan klinik ekspor berbasis online, melakukan kerjasama dan pelatihan-pelatihan guna tercapainya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan cepat. Kesimpulan: Dengan melihat kondisi dilapangan, peneliti menyarankan kepada Pemerintah Kota Balikpapan agar mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan terhadap pelaku UMKM di Kota Balikpapan terutama terkait pengembangan sdm dalam menghadapi arus digitalisasi yang cukup cepat guna memenuhi kegiatan pemberdayaan agar hasil produksi UMKM di Kota Balikpapan memiliki kualitas berstandar internasional sehingga dapat di ekspor dengan begitu pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan dapat bertumbuh dengan cukup pesat.