=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194424 =005 20260221111150 =035 ##$$a 0010-0226001508 =245 1#$$a ANALISIS PENERAPAN SMART GOVERNANCE DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Muhammad Raihan Fachrurozy =100 #$$a Muhammad Raihan Fachrurozy =300 ##$$a 10 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16275 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 351.095 985 984 831 =084 ##$$a 351.095 985 984 831 MUH a =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perkembangan digitalisasi pemerintahan sangat membantu dalam proses pelayanan terhadap masyarakat. Di Kota Kendari telah ada aplikasi maupun website pelayanan publik namun tingkat Sistem Pemerintahan Berbasis Elekrtronik berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Aplikasi maupun website pelayanan publik di Kota Kendari juga masih ada yang tidak dapat di akses oleh masyarakat Kota Kendari. Saat ini masih pemerintah Kota Kendari sedang dalam proses penerapan smart governance tetapi belum memiliki analisis sejauh apakah penerapan smart governance ini diterapkan. Maka pada penelitian ini peneliti mengambil judul Analisis Penerapan Smart Governance di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan: untuk menganalisis proses penerapan smart governance apakah telah berjalan dengan baik atau sebaliknya. Untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Giffinger untuk menganalisis proses penerapan smart governance melalui 4 dimensi yaitu partisipasi masyarakat, Pelayanan Publik, Transparansi dan Perspektif dan Strategi Politik. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian yang dilakukan ini menunjukkan penerapan smart governance di Kota Kendari dengan beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan smart governance yaitu dengan adanya penyediaan aplikasi website pelayanan publik, upaya dalam melukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai digitalisasi pelayanan, dan peningkatan SPBE. Kesimpulan: Dapat ditarik kesimpulan bahwa diperlukan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar penggunaan aplikasi website pelayanan publik dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta dalam proses penerapan smart governance di Kota Kendari diperlukan dukungan dalam menjalani kebijakan pemerintah agar dapat mencapai tujuan tata kelola pemerintahan yang baik Penerapan smart governance di Kota Kendari secara umum sudah berjalan dengan baik. Dari empat indikator menurut teori smart city giffinger, dua indikator sudah berjalan dengan baik yaitu, Transparansi dan Infrastruktur pelayanan publik sosial sudah berjalan dengan baik serta mendukung penerapan smart governance di Kota Kendari.