=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194431 =005 20260221112340 =035 ##$$a 0010-0226001515 =245 1#$$a PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PILKADA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2018 /$c Eduard Adiputra Abanat =100 #$$a Eduard Adiputra Abanat =300 ##$$a 9 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15916 =700 #$$a Ginting, Arwanto Harimas =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 323.042 095 986 871 =084 ##$$a 323.042 095 986 871 EDU p =650 #4$$a Partisipasi Politik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Timor Tengah selatan yang dalam hal ini terkait dengan aktivitas elektoral masih dianggap rendah dan semakin rendah di setiap periode pemilihan, karena masih banyak masyarakat yang terdaftar dalam DPT namun tidak ikut berpartisipasi dengan bentuk memilih para calon kepala daerah yang telah mencalonkan diri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor dan mempengaruhi jumlah partisipan pada pilkada ditahun 2018 sehingga presentase jumlah pemilih pada periode 2018 lebih rendah dibandingkan yang lain. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Partisipasi politik masyarakat menurut Miriam Budiarjo dijadikan alat ukur dalam menganalisis tingkat partisipasi masyarakat. Hasil/Temuan: Strategi dari pihak penyelenggara sendiri untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Timor Tengah Selatan ialah dengan memperbanyak sosialisasi dengan cara yang lebih kreatif agar menarik minat masyarakat dalam politik, menggunakan para relawan Demokrasi seperti tokoh adat dan agama untuk melakukan sosialisasi sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat serta melakukan sosialisasi berupa pengenalan kepada masyarakat melalui media sosial yang sedang terkenal dikalangan masyarakat. Kesimpulan: bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya tingkat partisipasi politik masyarakat Timor Tengah Selatan ialah kesadaran masyarakat, data para pemilih tetap dan kurangnya fasilitas yang memadai bagi pihak penyelenggara dan masyarakat. agar KPU memperbanyak program serta sosialisasi yang berguna dan menarik serta pelatihan penggunaan teknologi bagi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat.