=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194448 =005 20260222122422 =035 ##$$a 0010-0226001532 =245 1#$$a KOORDINASI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN PERSANDIAN KABUPATEN BANYUWANGI DALAM MENINGKATKAN ANGKA HARAPAN LAMA SEKOLAH MELALUI BANYUWANGI SATU DATA /$c Calvia Rosa Aendi =100 #$$a Calvia Rosa Aendi =300 ##$$a 7 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16241 =700 #$$a James Robert Pualillin =700 #$$a Agung Nurrahman =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 351.095 982 882 =084 ##$$a 351.095 982 882 CAL k =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi tahun 2021, masih banyak masyarakat Kabupaten Banyuwangi yang berhenti sekolah di tingkat SMP dan SMA. Bahkan, banyak juga yang tidak lulus di tingkatan tersebut. Besar harapan para pemangku kebijakan di masing-masing Perangkat Daerah Kabupaten Banyuwangi dapat bersama-sama memanfaatkan ketersediaan data yang melimpah dengan mengoptimalkan koordinasi melalui forum data sesuai peraturan yang berlaku untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Banyuwangi, khususnya permasalahan rendahnya Harapan Lama Sekolah Banyuwangi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran mengenai kesatuan tindakan dalam pelaksanaan koordinasi Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi dengan instansi terkait untuk meningkatkan angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Banyuwangi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualiatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yakni wawancara dan observasi. Adapun peneliti menggunakan teori koordinasi pemerintahan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesatuan tindakan kedisiplinan dan pembagian kerja telah berjalan dengan baik dalam upaya meningkatkan harapan lama sekolah di Kabupaten Banyuwangi. Kesimpulan: Koordinasi yang dilakukan instansi terkait dalam pendataan anak putus sekolah di Kabupaten Banyuwangi sudah dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Selain itu masih adanya ego sektoral antar instansi menimbulkan hambatan dalam kordinasi yang dilakukan dalam pendataan.