=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194454 =005 20260222125246 =035 ##$$a 0010-0226001538 =245 1#$$a PERLINDUNGAN DATA TINGKAT TINGGI PADA APLIKASI P2APST PLN MELALUI RENCANA DISASTER RECOVERY CENTER MENGGUNAKAN ORACLE DATA GUARD DI KOTA BANDUNG /$c Muhammad Ricko Andreansyah =100 #$$a Muhammad Ricko Andreansyah =300 ##$$a 15 hlm : $b illus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16272 =700 #$$a Asmungi =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 005.095 982 432 =084 ##$$a 005.095 982 432 MUH p =650 #4$$a Sistem Informasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Aplikasi P2APST pada PT PLN (Persero) dirancang dengan perencanaan Disaster Recovery Center untuk mendukung kinerja dan pelayanannya dalam sistem otomatisasi dan pusat data untuk menopang pekerjaan selama 24 jam non stop. Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat atau disingkat dengan P2APST ini memerlukan sistem perlindungan data demi keamanan data didalamnya. Tujuan : Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan cara yang efektif dalam pencegahan kehilangan data – data dan asset penting pada PT PLN. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi serta triangulasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitan ini menunjukkan hasil upaya ketika database hilang atau lenyap, antisipasi pada hilangnya database, serta pemulihan database yang tidak bisa di restore secara real time pada aplikasi P2APST PT PLN (Persero) dengan konsep Disaster Recovery Center menggunakan Oracle Data Guard. Kesimpulan : Upaya yang dilakukan ketika database pelanggan PT PLN lenyap atau hilang yaitu sebelum dilakukan perubahan data, pasti dilakukan backup terlebih dahulu. Pengarsipan atau archiving ini dilakukan dengan cara memindahkan data lama yang sudah tidak terpakai ke database khusus untuk archiving, atau database archive. Tindakan atau upaya ketika database yang hilang tidak dapat di restore secara real time adalah menggunakan rencana Disaster Recovery Center.