=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194457 =005 20260222010632 =035 ##$$a 0010-0226001541 =245 1#$$a OPTIMALISASI CAKUPAN AKTA KEMATIAN MELALUI BUKU POKOK PEMAKAMAN DI ERA DIGITALISASI SIAK TERPUSAT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS /$c Falah Maulana Nur Setyadi =100 #$$a Falah Maulana Nur Setyadi =300 ##$$a 9 hlm =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16385 =700 #$$a Arnold Ferdinand Bura =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.160 959 826 21 =084 ##$$a 352.160 959 826 21 FAL o =650 #4$$a Administrasi Kependudukan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dimana awal mula diberlakukannya sejak adanyaSurat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 472.1/4996/SJ tentang Percepatan Penerapan Buku Pokok Pemakaman. Selanjutnya ditindaklajuti serius oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi cakupan akta kematian melalui Buku Pokok Pemakaman di era digitalisasi SIAK terpusat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Metode: Penulis memakai metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, untuk teknik pengumpulan yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, optimalisasi cakupan akta kematian melalui buku pokok pemakaman di era digitalisasi SIAK terpusat ini sudah dilaksanakan dan sudah berjalan secara maksimal dan optimal karena dari beberapa wawancara yang dilakukan oleh peneliti sudah optimal, walaupun sebelum adanya inovasi Buku Pokok Pemakaman masih terdapat hambatan. Faktor penghambat sebelum adanya optimalisasi cakupan Akta Kematian melalui Buku Pokok Pemakaman di era digitalisasi SIAK Terpusat yaitu: belum semua masyarakat Kabupaten Banyumas yang sadar akan tertib administrasi kependudukan terkhusus tentang pelaporan kematian, belum semua Instansi baik Instansi Pemerintah maupun non Pemerintah Kabupaten Banyumas yang sadar akan tertib administrasi kependudukan terkhusus tentang pelaporan kematian, dan masyarakat Kabupaten Banyumas sebagian besar masih lalai dengan pelaporan kematian ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas untuk melakukan sosialisasi secara berkala dan memperluas jangkauan sampe ke desa mengenai pentingnya akta kematian. Kesimpulan: Optimalisasi cakupan Akta Kematian melalui Buku Pokok Pemakaman di Era Digitalisasi SIAK Terpusat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas dianalisis menggunakan teori Mardiasmo (2018) dinilai sudah terlaksana dengan baik dan sudah optimal karena dari beberapa wawancara yang dilaksanakan menyetujui dan mengungkapkan bahwa Buku Pokok Pemakaman sudah optimal dalam pelaksanaannya di Kabupaten Banyumas, walaupun perlu adanya peningkatan untuk lebih baik lagi.