=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194504 =005 20260222105042 =035 ##$$a 0010-0226001588 =245 1#$$a PENEMPATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BERBASIS KOMPETENSI DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Fauziah Reski Amalia =100 #$$a Fauziah Reski Amalia =300 ##$$a 18 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12846 =700 #$$a Rinny Dewi Anggraeni =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.609 598 483 3 =084 ##$$a 352.609 598 483 3 FAU p =650 #4$$a Manajemen Personalia Administrasi Negara =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kompetensi merupakan salah satu dasar dalam penempatan pegawai pada suatu jabatan atau posisi tertentu. Penempatan Pegawai Negeri Sipil harus memperhatikan kompetensi dari pegawai tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berjudul “Penempatan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Kompetensi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara” Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penempatan Pegawai Negeri Sipil berbasis kompetensi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pada penempatan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif dengan menggunakan teori Penempatan oleh Priansa. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian untuk teknik analisis data penulis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penempatan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Kompetensi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sudah terlaksana dengan baik pada dimensi pengalaman, kesehatan fisik dan mental, status perkawinan, dan usia. Namun, penempatan Pegawai masih masih belum sesuai pada dimensi prestasi akademis. Kesimpulan: Adapun hambatan adalah penempatan pegawai belum sesuai dengan pangkat/golongan, kurangnya pegawai yang memiliki kompetensi di bidang kepegawaian, dan keterbatasan anggaran dalam penyelenggaraan diklat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menempatkan pegawai dengan memperhatikan pengalaman dan masa kerjanya, meningkatkan kompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan serta mengoptimalkan pengawasan dalam rangka pembinaan pegawai untuk digunakan dalam penetapan perencanaan kebutuhan diklat. Saran peneliti adalah merekomendasikan agar segera mengoptimalkan diklat kepemimpinan dan melakukan diklat teknis terhadap pegawai yang ada di BKPSDM Kabupaten Bombana dan segera melakukan realokasi anggaran untuk keperluan diklat.