=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194565 =990 ##$$a 06374/IPDN/2023 =005 20260302094130 =035 ##$$a 0010-0326000012 =245 1#$$a ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Ardi Candra =100 #$$a Ardi Candra =300 ##$$a 13 : $b ilust. =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12084 =700 #$$a Bahrullah Akbar =260 ##$$a Sumedang :$b Institute Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 336 598 383 2 =084 ##$$a 336 598 383 2 ARD a =650 #4$$a Keuangan daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Berdasarkan persentase kontribusi pendapatan asli daerah Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2017-2021 sangat rendah yaitu hanya sekitar 10% dari total realisasi pendapatan daerahnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Pemerintah daerah belum mampu untuk mengoptimalkan upaya dalam menggali sumber potensi daerah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah daerah kabupaten Kutai Kartanegara tahun anggaran 2017-2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Penelitian ini menggunakan teori analisis rasio keuangan oleh Mahmudi yang terdiri atas rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas pendapatan asli daerah dan rasio efisiensi belanja. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan analisis rasio derajat desetralisiasi fiskal sebersar 11,19% dalam kategori kurang, analisis rasio kemandirian keuangan daerah 13,07% dalam kategori sangat rendah, rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah 127,61% dikategorikan sangat Efektif, rasio efisiensi belanja 82% dalam kategori cukup efisien. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, di Kabupaten Kutai Kartanegara tergoIong masih rendah daIam mendukung peIaksanaan otonomi daerah namun mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut saran peneliti adalah pemerintah daerah dapat mengoptimalkan realisasi penerimaan pajak dan meningkatkan realisasi anggaran yang dianggarkan sebelumnya serta menempatkan pegawai sesuai kompetensi yang dimiliki.