=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194584 =005 20260302102442 =035 ##$$a 0010-0326000031 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PENYALURAN BANTUAN BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG /$c Rendini Elenza =100 #$$a Rendini Elenza =300 ##$$a 10 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12165 =700 #$$a Kusworo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 353.955 981 834 =084 ##$$a 353.955 981 834 REN e =650 #4$$a Penanggulangan Bencana =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana angin puting beliung telah menjadi perhatian di Kota Metro selama beberapa tahun terakhir. Akibatnya banyak masyarakat yang terkena dampak mengalami kerugian baik secara materi maupun tidak. Untuk itu perlu adanya penyaluran bantuan kepada korban bencana puting beliung secara efektif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penyaluran bantuan korban bencana angin puting beliung, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta dengan menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukan bahwa, penyaluran bantuan kepada korban puting beliung dapat dinilai efektif dari segi kualitas, produktivitas, efisiensi, fleksibilitas, dan kepuasan. Terdapat beberapa hambatan yang terjadi, termasuk data yang tidak akurat dan kekurangan tenaga kerja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerja sama dengan pihak terkait dan melakukan survei langsung untuk memastikan data yang diterimanya dari kelurahan sesuai dalam upaya mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari masing-masing dimensi efektivitas, penyaluran bantuan kepada korban bencana angin puting beliung di Kota Metro telah berhasil.