=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194589 =005 20260302103826 =035 ##$$a 0010-0326000036 =245 1#$$a PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD dr.R.SOEDJONO SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c Muhammad Imam Makhroja =100 #$$a Muhammad Imam Makhroja =300 ##$$a 7 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13693 =700 #$$a Mujahidin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 361.598 651 5 =084 ##$$a 361.598 651 5 MUH p =650 #4$$a Permasalahan Sosial dan Layanan Sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rumah sakit sebagai industri jasa merupakan sebuah industri yang mempunyai hubungan beragam persoalan tenaga kerja yang rumit dengan berbagai resiko terkena penyakit akibat kerja sesuai dengan jenis pekerjaannya, sehingga rumah sakit berkewajiban menerapkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta mengetauhui faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr.R.Soedjono Selong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian evaluative menurut Permenkes no 66 tahun 2016. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data melalu sumber data primer dan skunder. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu penerapan sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja di RSUD dr.R.Soedjono Selong Lombok Timur sudah tergolong baik, meski demikian terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Kesimpulan: penerapan sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja di RSUD dr.R.Soedjono Selong Lombok Timur sudah tergolong baik. Penerapan K3 di RSUD dr.R.Soedjono Selong di tunjang dengan komitmen dari manajemen Rumah Sakit, sarana dan prasarana, anggaran, pelatihan terkait K3RS, serta lingkungan kerja yang ada. Faktor penghambat penerapannya yakni tingkat Pendidikan sumber daya manusia sangat bervariatif mulai dari tinggkat Pendidikan rendah sampai yang tinggi, Banyaknya tenaga kerja baru yang masuk ke rumah sakit, serta distribusi petugas yang belum sesuai dengan potensi. Upaya yang dapat dilakukan yakni dengan menetapkan personil komite K3RS yang memenuhi kriteria atau memenuhi syarat untuk menjalankan komite K3RS yaitu tenaga ahli yang memiliki latar belakang Pendidikan dibidang K3