=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194603 =990 ##$$a 06404/IPDN/2023 =005 20260302111650 =035 ##$$a 0010-0326000050 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI MALUKU /$c Fridson Yudha Samula =100 #$$a Fridson Yudha Samula =300 ##$$a 17 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14772 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.659 852 =084 ##$$a 352.659 852 FRI e =650 #4$$a Manajemen kepegawaian daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian adalah salah satu aplikasi berbasis web yang bertujuan dalam pengolahan data yang masuk untuk menjadikan sebagai suatu informasi berdasarkan kebutuhan pegawai yang saling terintegrasi dalam lingkup pemerintahan. SIMPEG diartikan sebagai sistem informasi terpadu, yang meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung adminstrasi kepegawaian. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah bagaimanakah efektivitas penerapan SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku serta faktor penghambat dan pendukung dan upaya- upaya yang dilakukan dalam mengefektifkan SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku. Oleh Karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat efektivitas penerapan SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mana adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristikobjek atau suatu benda yang diteliti secara tepat. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkup Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku terkhsus pada bidang Informasi dan Data Pegawai. Hasil Temuan: Hasil dari penelitin ini adalah, menunjukan efektivitas penerapan SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah provinsi Maluku sudah berjalan cukup efektif. Kesimpulan: Dalam pelaksanaan penerapannya sudah optimal akan tetapi ada beberapa faktor penghambat yaitu kurangya sumber daya manusia yang mempu dalam mengaplikasikan SIMPEG serta belum terintegritasnya antar bidang pada BKD Provinsi Maluku serta kurangnya komitmen kuat OPD lain terhadap data pegawainya sehingga tidak tercipta hubungan erat dalam koordinasi dan komunikasi dalam memberikan data dan informasi pegawai.