=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194614 =005 20260302113624 =035 ##$$a 0010-0326000061 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL MELALUI TALENT MOBILITY DI DINAS SOSIAL PROVINSI DKI JAKARTA /$c Resti Sandya Dhita =100 #$$a Resti Sandya Dhita =300 ##$$a 12 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12292 =700 #$$a Rizki Amalia =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.659 822 =084 ##$$a 352.659 822 RES i =650 #4$$a Pegawai negeri sipil =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Pola karier merupakan pola dasar mengenai urutan penempatan dan perpindahan PNS dalam dan/atau antar posisi di setiap jabatan secara berkesinambungan. Seorang PNS memiliki tingkat kejenuhan yang akan mengakibatkan turunnya prestasi kerja dan performa. Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak pegawai yang menetap pada suatu jabatan dalam kurun waktu yang melebihi batas maksimal untuk menduduki suatu jabatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memberikan gambaran tentang implementasi pengembangan karier PNS melalui Talent Mobility di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta serta apa saja hambatan dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu, informasi dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Terdapat banyak permasalahan terkait dengan implementasi Talent Mobility di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, diantaranya perpindahan jabatan yang belum objektif, sumber daya manusia kurang memadai, minimnya informasi mengenai Talent Mobility, rendahnya motivasi pegawai serta perbedaan latar belakang pegawai baik dari segi ekonomi, sosial dan politik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yakni dengan mengelompokkan pegawai sesuai kualifikasi, mengajukan pengadaan SDM, mengadakan sosialisasi, penerapan reward dan punishment serta melakukan observasi terhadap pegawai. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan,diketahuibahwa implementasi pengembangan karierpegawai negeri sipil melalui Talent Mobility di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta belum berjalan dengan baik dan sesuai dengan teori implementasi yang dikemukakan oleh Van Horn dan Meter, yakni standar dan sasaran, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana serta kondisi ekonomi,sosial dan politik.