=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194620 =005 20260302114950 =035 ##$$a 0010-0326000067 =245 1#$$a ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI LAKSA (LAYANAN ASPIRASI KOTAK SARAN ANDA) TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG /$c Prima Feminita =100 #$$a Prima Feminita =300 ##$$a 9 : $b ilust. =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12926 =700 #$$a Mustaufik Amin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 351.359 823 2 =084 ##$$a 351.359 823 2 PRI a =600 #4$$a Pelayanan publik berbasis aplikasi pengaduan masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemajuan teknologi berpengaruh pada sektor pelayanan publik khususnya di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang berinovasi mewujudkan SPBE salah satunya dengan membangun aplikasi LAKSA di Kota Tangerang sebagai media layanan untuk penerimaan laporan dari masyarakat kepada pemerintah kota. Namun, dalam pelaksanaannya belum seluruhnya masyarakat menggunakan aplikasi ini dan lebih memilih untuk mengadukan secara langsung kepada dinas/lembaga terkait karena masyarakat merasa respon yang diberikan baik dari admin maupun dinas/lembaga terkait kurang cepat sehingga kepercayaan masyarakat menggunakan aplikasi ini menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas aplikasi LAKSA terhadap kualitas pelayanan publik, faktor penghambat dalam penerapannya serta substansi laporan yang paling banyak dilaporkan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dan Kualitatif yang bersifat Deskriptif dengan menggunakan teori Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang, dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner kepada 100 responden, wawancara, dokumentasi serta penelaahan data sekunder. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi LAKSA tergolong efektif, pada kualitas sistem, kualitas informas, penggunaan dan kepuasan pengguna tergolong efektif, sedangkan pada kulitas pelayanan dan manfaat bersih tergolong cukup efektif, karena masih terdapat hambatan seperti kurangnya kualitas pelayanan laporan yang disebabkan oleh kurangnya koordinasi dengan pihak/dinas terkait serta kurangnya respon masyarakat dalam melengkapi data-data laporan. Kesimpulan: Sehingga aplikasi LAKSA sudah dapat dikatakan efektif meskipun dengan beberapa hambatan dalam penerapan aplikasi LAKSA yaitu yang berkaitan dengan koordinasi antar organisasi perangkat daerah di Kota Tangerang. Kemudian guna meningkatkan layanan pada aplikasi LAKSA disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kerjasama, dan pengevaluasian laporan secara berkala.