=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194727 =005 20260316101533 =035 ##$$a 0010-0326000174 =245 1#$$a STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA AREN DI DESA KUMPANG TENGAH KECAMATAN SEBANGKI KABUPATEN LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Sirilus Usanto Pabalayo =100 #$$a Sirilus Usanto Pabalayo =300 ##$$a 14 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15509 =700 #$$a Sayuti =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.598 322 2 =084 ##$$a 338.598 322 2 SIR s =650 #4$$a Ekonomi Produksi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kondisi pengembangan produksi industri rumah tangga gula aren di Desa Kumpang Tengah yaitu peralatan yang digunakan dalam kegiatan industri bersifat tradisional dan produk yang ada belum mampu memenuhi permintaan masyarakat di sekitar desa serta minimnya modal yang dimiliki oleh pelaku industri gula aren untuk mengembangkan usahanya. Tujuan: Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk perumusan strategi pengembangan produksi industri rumah tangga gula aren di Desa Kumpang Tengah Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini yaitu dari data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh gambaran pengembangan produksi industri rumah tangga gula aren di Desa Kumpang Tengah digunakan 5 (lima) indikator yang terdiri dari sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), modal, kewirausahaan, dan teknologi informasi. Adapun analisis data menggunakan teknik analisis SWOT dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan produksi industri rumah tangga gula aren di Desa Kumpang Tengah. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu diperoleh posisi strategi berada di kuadran I yaitu strategi agresif. Kesimpulan: Strategi yang diterapkan yaitu strategi S-O. Strategi tersebut diantaranya: (1) memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk memperkenalkan produk gula aren secara lokal, nasional maupun internasional, (2) mengoptimalkan pengalaman dari pelaku industri untuk memproduksi inovasi gula aren semut, dan (3) memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin sehingga produksi gula terus meningkat. Saran dalam penelitian ini agar pemerintah desa dan pelaku industri gula aren dapat berkolaborasi membuat PIRT dan menjadikan BUMDesa sebagai mitra pelaku industri gula aren dalam mengembangkan produk gula aren semut.