=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194744 =005 20260316115929 =035 ##$$a 0010-0326000191 =245 1#$$a OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DALAM MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI TAHUN 2030 DI KOTA PALEMBANG /$c Muhammad Luthpi Adila =100 #$$a Muhammad Luthpi Adila =300 ##$$a 14 : $b Ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12158 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 331.115 981 616 2 =084 ##$$a 331.115 981 616 2 MUH o =650 #4$$a Produktivitas tenaga kerja =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja, tingginya angka pengangguran serta antisipasi bonus demografi di Kota Palembang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat produktivitas tenaga kerja menuju bonus demografi 2030 di Kota Palembang. Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif berdasarkan teori Sutrisno dengan teknik pengumpulan data observasi lingkungan kerja, wawancara mendalam (7 informan) dan dokumentasi meliputi data-data mengenai produktivitas tenaga kerja di Dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang. Hasil/Temuan : Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa produktivitas tenaga kerja menuju bonus demografi 2030 di Kota Palembang dari segi pendidikan telah dikategorikan maksimal dengan banyaknya fasilitas pendidikan yang tersedia ditambah dengan adanya program keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga kerja yang memberikan jaminan sosial. Namun masih dirasakan kurang optimal upaya dari Pemerintah Kota Palembang dalam pemberian program pelatihan dimana masih sangat minim dan terbatasnya program pelatihan yang tersedia dan tidak tercapainya target baik dari kepesertaan pelatihan hingga program yang diadakan masih sangat minim. Kemudian di Kota Palembang tercatat sebanyak 20 persen perempuan yang terserap tenaga kerja, hal tersebut masih minim tingkat partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan dibanding laki-laki. Pelaksanaan program peningkatan produktivitas terdapat beberapa faktor penghambat seperti kurangnya anggaran dalam program pelatihan produktivitas tenaga kerja, kurang lengkap fasilitas pelatihan hingga masih minimnya inovasi program pelatihan yang dilaksanakan. Kesimpulan : Persiapan Kota Palembang dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dari bidang pendidikan sudah maksimal namun dari segi program pelatihan masih minim anggaran dan peserta yang terlibat dalam program pelatihan. Serta Kota Palembang belum memanfaatkan bonus demografi dengan maksimal dilihat dari masih rendahnya perempuan yang terserap dalam pasar kerja hanya sebanyak 20 persen.