=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194749 =005 20260316122016 =035 ##$$a 0010-0326000196 =035 ##$$a 0010-0326000194 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PROGRAM TWO DAYS NO RICE (DUA HARI TANPA MAKAN NASI) DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Anastasia Gloria Lino =100 #$$a Anastasia Gloria Lino =300 ##$$a 14 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12215 =700 #$$a Teguh Ilham =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.809 598 71 =084 ##$$a 363.809 598 71 ANA i =650 #4$$a Ketahanan Pangan dan Pola Konsumsi Pangan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kabupaten Kepulauan Sangihe sendiri merupakan daerah perbatasan, terpencil dan terluar yang begitu rawan dengan masalah pangan serta kemiskinan sehingga daerah ini masih ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Akibat ketergantungan dengan daerah lain dan kurangnya sarana prasarana yang menimbulkan mahalnya bisaya distribusi dari sentra produksi ke sentra konsumsi contohnya kebutuhan pangan terlebih pangan pokok (beras) yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaannya. Melalui Program ini yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah dan memanfaatkan pangan lokal Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan Program Two Days No Rice yang dijalankan untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teori yang digunakan adalah Teori Implementasi Kebijakan oleh Van Meter dan Van Horn, dimana teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil/Temuan : Temuan yang diperoleh peneliti dalam penelitiak ini yaitu implementasi dari seluruh implementor dalam melaksanakan program Two Days No Rice yang diukur dalam dimensi Lingkungan Sosial, Ekonomi dan Politik yang kemudian mendapatkan faktor-faktor penghambat berjalannya program ini serta upaya yang dilakukan oleh pemerintnah dan masyarakat sejauh ini. Kesimpulan : Berdasarkan pengamatan program Two Days No Rice ini sudah berjalan namun belum terimplementasikan dengan baik dan efektif sesuai dengan indikator-indikator dari dimensi Lingkungan Sosial, Ekonomi dan Politik. Faktor yang menjadi hambatan program yaitu terbatasnya dukungan sumber daya manusia dan anggaran, kurangnya dukungan politik, produksi pangan yang minim, sarana dan prasarana pangan tidak memadai, dan transmisi program kurang. Upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan meliputi sosialisasi/himbauan berjenjang, memanfaatkan pangan lokal di hari selasa dan jumat, pemberian bantuan modal kepada petani dan pemanfaatan pekarangan.