=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194758 =005 20260316011956 =035 ##$$a 0010-0326000205 =245 1#$$a KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAMPUNG DI KABUPATEN MAPPI /$c Eusebius Papuanus Tawa =100 #$$a Eusebius Papuanus Tawa =300 ##$$a 11 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15924 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.159 88 =084 ##$$a 352.159 88 EUS k =650 #4$$a Kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kegiatan pembangunan bisa tepat sasaran dan terlaksana dengan baik serta bermanfaat hasilnya apabila pembangunan tersebut bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan 2 masyarakat. Pada kenyataannya, hasil dari perencanaan penyusunan pembangunan kampung selama ini dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat karena pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSREMBANG) masyarakat seharusnya hadir dan turut serta dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSREMBANG) untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat serta buah pikiran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Mappi. Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori dari Sinambela (2012) dan mengaalisis kinerja DPMK menggunakan dimensi yaitu: (1) Dimensi produktivitas (2) dimensi responsivitas (3) dimensi responsibilitas (4) dimensi akuntabilitas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir, kinerja DPMK menurun. Khusus dalam kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat, kinerja DPMK tidak berjalan dengan baik lantaran kekurangan anggaran dan sumberdaya pendukung. Adapun kendala yang dialami masyarakat sendiri seperti kurangnya informasi akan pelaksanaan perencanaan pembangunan kampung serta tidak didukung dengan pemahaman akan pentingnya keikutsertaan dalam perencanaan pembangunan kampung. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah kinerja dinas pemberdayaan masyarakat kampung untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan kampung di Kabupaten Mappi dengan menggunakan empat indikator yaitu ; produktivitas, responsivitas, responsibilitas, dan akutabilitas secara umum belum maksimal. Hal ini menunjukan bahwa dinas pemberdayaan masyarakat kampung Kabupaten Mappi perlu melakukan inovasi dalam kaitannya dengan pemanfaatan sumberdaya baik saran dan prasaran serta SDM dinas yang terbatas agar berdaya guna dan mendukung produktivitas dinas.