=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194776 =005 20260316025616 =035 ##$$a 0010-0326000223 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PELAKSANAAN BELANJA MODAL DALAM PENYELENGGARANAAN PEMERINTAHAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG /$c M. Rafly Jaya Pratama =100 #$$a M. Rafly Jaya Pratama =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13338 =700 #$$a Sinurat, Marja =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.482 598 18 =084 ##$$a 352.482 598 18 M. e =650 #4$$a Belanja modal =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan anggaran belanja modal terdapat realisasi anggaran yang terbilang kecil dan mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dilihat dari banyaknya keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalanan dan fasilitas umum yang sudah rusak dan belum memadai. Tujuan: Tujuannya untuk mengetahui efektivitas, kendala, dan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi penghambat pelaksaan belanja modal di Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif dengan kerangka berpikir induktif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajuan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan belanja modal di Kota Bandar Lampung sudah efektif. Dimensi kejelasan tujuan yang hendak dicapai, kejelasan strategi pencapaian tujuan, perencanaan yang matang, penyusunan program yang tepat, dan sistem pengawasan dan pengendalian sudah berjalan dengan efektif. Sedangkan dimensi proses analiris dan perumusan kebijakan yang mantap dan tersedianya sarana dan prasarana belum efektif. Kendala yang dihadapi pada efektivitas pelaksanaan belanja modal yaitu pelaporan yang seringkali mengalami keterlambatan, kurangnya ketersediaan dana yang terdapat pada kas daerah, dan sumber daya manusia yang kurang berkompeten dibidangnya. Kesimpulan: pelaksanaan belanja modal di Kota Bandar Lampung sudah efektif. Dikarenakan lima dimensi sudha berjalan dengan efektif, dan dua dimensi belum berjalan dengan efektif. Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pemerintah kota bandar lampung dalam pelaksanaan belanja modal akan tetapi pemerintah kota bandar lampung juga sudah memiliki upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi.