=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194791 =005 20260316054928 =035 ##$$a 0010-0326000238 =245 1#$$a DAMPAK PERUBAHAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG /$c Ahmad Furqon =100 #$$a Ahmad Furqon =300 ##$$a 24 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13503 =700 #$$a Wangsih =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 351.115 981 63 =084 ##$$a 351.115 981 63 AHM d =600 #4$$a Aparatur sipil negara =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada perubahan organisasi yang berpengaruh terhadap kinerja ASN di Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan organisasi terhadap kinerja ASN, kendala yang dihadapi Aparatur Sipil Negara dalam perubahan organisasi dan upaya yang tepat untuk mengatasi faktor penghambat perubahan organisasi di BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori perubahan organisasi Robbins ( 2006) yaitu struktur, teknologi, penataan fisik, dan pegawai dan teori Kinerja Mangkunegara (2009) yaitu kualitas, kuantitas, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Metode: Penelitian ini menggunakan metode menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sementara itu teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara terstruktur, observasi partisipasi dan dokumentasi. Teknis analisis data melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: kinerja ASN di BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih belum maksimal dalam LAKIP. Masih ditemukan beberapa kekurangan maupun hambatan yang mempengaruhi kinerja ASN yaitu meliputi faktor individu pegawai, kerja tim, faktor sistem dan kontekstual. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perubahan organisasi mempengaruhi kinerja Aparatur Sipil Negara akan tetapi beberapa kendala yang masih bisa diatasi dan dihadapi oleh pegawai di Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung