=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194795 =005 20260317083159 =035 ##$$a 0010-0326000242 =245 1#$$a STRATEGI DINAS KESEHATAN KOTA KOTAMOBAGU DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Mustika Cintia Gonibala =100 #$$a Mustika Cintia Gonibala =300 ##$$a 11 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13757 =700 #$$a Agus Sumarno =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 353.659 841 2 =084 ##$$a 353.659 841 2 MUS s =650 #4$$a Adm. kesehatan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu indikator pemenuhan kebutuhan gizi akan di berikan melalui kelayakan sanitasi dan keamanan pangan memiliki pengaruh terhadap asupan gizi seseorang. Sehingga proses tumbuh dan kembang seorang anak akan menentukan bagaimana kelangsungan hidup mereka dimasa mendatang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dari Strategi Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu Dalam Penurunan Angka Stunting di Kota Kotamobagu. Metode: Informasi yang diperoleh dalam sesuatu riset kualitatif bertabiat deskriptif ialah informasi yang dikumpulkan dalam wujud perkata hasil wawancara yang didukung dengan catatan dari hasil lapangan, dokumentasi, rekaman, serta pendukung yang lain. Hasil/Temuan: Pemerintahan Kota Kotamobagu terus menunjukan komitmennya dalam menurunkan angka stunting. Berbagai Langkah di lakukan salah satunya dengan mengelar Rembuk stunting melibatkan lintas sektor pada tanggal 23 Agustus 2022. Walikota Kotamobagu dalam sambutannya mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 haris pertama kehidupan di mana hal ini tentunya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Kesimpulan: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data lewat observasi, dokumentasi dan wawancara serta seluruh komponen dari SWOT di bab 4, maka disimpulkan bahwa faktor faktor penghambat dari penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu yaitu kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil dan balita, ketidaktahuan pola hidup sehat, pentingnya air bersih dan sanitasi, dan peningkatan ekonomi di masyarakat.