=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194847 =005 20260317032721 =035 ##$$a 0010-0326000294 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM DESI BELA (DESA SIAGA BENCANA ALAM) DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PROVINSI LAMPUNG /$c Andala Ilham Hatang =100 #$$a Andala Ilham Hatang =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12633 =700 #$$a Fanila Kasmita Kusuma =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 360.598 183 1 =084 ##$$a 360.598 183 1 AND e =650 #4$$a Permasalahan Sosial dan Layanan Sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah yang relatif sering mengalami bencana alam setiap tahunnya, yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga kerugian materi yang cukup besar. Tujuan: Berdasarkan tingginya potensi bencana di daerah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mitigasi bencana melalui program Desa Siaga Bencana Alam (DESI BELA) , mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, serta upaya penanggulangannya di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif dengan pendekatan induktif, di mana data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD dalam mitigasi bencana di Kabupaten Lampung Selatan terus berjalan setiap tahunnya, namun implementasi program DESI BELA masih belum maksimal akibat faktor-faktor penghambat seperti pandemi COVID-19, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), belum memadainya sarana dan prasarana baik secara kualitas maupun kuantitas, serta minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan di tengah pemukiman penduduk yang padat. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan melaksanakan koordinasi yang lebih baik, memilah kegiatan mitigasi yang sangat diharapkan masyarakat, melakukan pendekatan secara intensif kepada warga, serta mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi aparatur.