=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194873 =005 20260403111811 =035 ##$$a 0010-0426000018 =245 1#$$a ANALISIS KINERJA KEUANGAN, KEMAMPUAN KEUANGAN DAN EVALUASI APBD DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA /$c Otscard Juan Felix Safkaur =100 #$$a Otscard Juan Felix Safkaur =300 ##$$a 18 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15710 =700 #$$a Eko Subowo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.485 988 42 =084 ##$$a 352.485 988 42 OTS a =650 #4$$a Administrasi keuangan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): penulis berfokus pada permasalahan buruknya kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong dalam melaksanakan otonomi daerah sebagai sebuah ibukota provinsi yang baru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja dan kemampuan keuangan pemerintah daerah kota sorong. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif serta menggunakan metode analisis Kinerja keuangan menurut Mahmudi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam (5 Informan), dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh Penulis dalam penelitian ini yaitu Rasio Kemandirian dan Rasio Derajat Desentralisasi masih berada di kategori Kurang, Rasio Aktivitas pada tahun 2019 sempat berada di kategori Sangat Efektif namun memasuki tahun 2020-2022 selalu berada pada kategori Tidak Efektif. Untuk Rasio Aktivitas Belanja, pemerintah daerah masih lebih banyak mengalokasikan dana kepada belanja aparatur daripada belanja modal, sedangkan untuk Rasio Keserasian Belanja, pemerintah daerah lebih mengutamakan Belanja Langsung daripada Belanja Tidak Langsung. Kemampuan Keuangan Kota Sorong masih dapat dikategorikan Tinggi. Namun, tingginya angka tersebut lebih didominasi oleh jumlah pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat. varians pendapatan Kota Sorong rata-rata berada di golongan Unfavorable (tidak disukai). varians Belanja mayoritas berada pada kategori favorable(disukai). Kesimpulan: kinerja keuangan pemerintah daerah kota sorong masih tergolong buruk dan kurang efektif. Kemampuan keuangan tergolong buruk karena masih mengandalkan dana dari pemerintah pusat.