=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194878 =005 20260406082949 =035 ##$$a 0010-0426000023 =245 1#$$a MANAJEMEN PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Muhammad Shaufi Taqiyuddin =100 #$$a Muhammad Shaufi Taqiyuddin =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14468 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.349 380 959 843 4 =084 ##$$a 363.349 380 959 843 4 MUH m =650 #4$$a Tanggap darurat banjir =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mayoritas wilayahnya adalah rawa ditambah faktor curah hujan yang tinggi dan banjir kiriman dari daerah yang lebih tinggi menyebabkan bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara terjadi setiap tahun. Akibatnya, masyarakat terdampak mengalami kerugian baik dalam bentuk material maupun non-material. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana manajemen penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif, sedangkan sumber data yang diteliti diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kemudian penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara berjalan dengan baik namun belum optimal karena terkendala beberapa hal yang menjadi faktor penghambat diantaranya terbatasnya sumber daya, belum mempunyai SOP pelaksanaannya, dan mekanisme pencairan anggaran yang lambat juga kekurangtahuan masyarakat tentang penanggulangan bencana, disisi lain faktor pendukungnya adalah partisipasi masyarakat yang tinggi dan koordinasi yang baik serta kebiasaan masyarakat yang sudah terbentuk dalam antisipasi banjir. Meskipun demikian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara selalu melakukan upaya untuk mengatasi hambatan yang ditemui dalam proses manajemen tanggap darurat sehingga masyarakat tertolong dan resiko bencana banjir dapat dikurangi atau tidak berdampak begitu besar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah berjalan dengan cukup baik.