=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194926 =005 20260406113457 =035 ##$$a 0010-0426000071 =245 1#$$a STRATEGI DALAM PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVlNSl SULAWESl UTARA /$c Yehezkiel Waladow =100 #$$a Yehezkiel Waladow =300 ##$$a 11 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15697 =700 #$$a Udaya Madjid =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.349 559 841 =084 ##$$a 363.349 559 841 YEH s =650 #4$$a Tanah longsor =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana merupakan serangkaian peristiwa yang membahayakan dan mengancam kehidupan masyarakat. Penanganan dalam bencana terbagi dalam 3 tahap, yaitu dimulai dengan tahap pra bencana atau tahap sebelum terjadinya bencana, tahap tanggap darurat bencana atau tahap saat kejadian bencana, dan tahap pasca bencana. Tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana alam yang paling sering terjadi dan paling merusak di Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam hal meminimalisir korban serta kerugian harta benda, penanganan bencana pada tahap tanggap darurat merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan efektif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi yang digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam penanganan bencana tanah longsor pada tahap darurat bencana, faktor-faktor yang menjadi pengahambat dan pendukung, serta upaya yang dilakukan guna mengatasi hambatan yang ada dalam penanganan tanggap darurat bencana yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Dalam mengumpulkan data dan informasi, digunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang peneliti dapatkan adalah bahwa Badan Penanggulangan Bencana telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam penanganan bencana tanah longsor pada saat tahap terjadinya bencana atau tanggap darurat bencana melalui program-program yang telah dijalankan namun belum mendapat hasil yang optimal. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor pengahambat baik dari internal Badan, yaitu kurangnya anggaran, sarana prasarana dan SDM maupun dari eksternal yaitu kondisi alam yang berat dan masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran dan Kerjasama dengan BPBD. Kesimpulan: Peneliti menyarankan kepada pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana, sumber daya manusia serta anggaran dan meningkatkan upaya sosialisasi serta pelatihan tanggap darurat bencana tanah longsor kepada masyarakat dalam hal untuk mengoptimalkan program-program yang telah ditetapkan sebelumnya agar apa yang menjadi tujuan BPBD bisa tercapai.