=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194949 =990 ##$$a 06675/IPDN/2023 =005 20260406015006 =035 ##$$a 0010-0426000094 =245 1#$$a STRATEGI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN LAYANAN TRANSPORTASI DARAT DI KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK PROVINSI PAPUA BARAT /$c Alvin Leland Kowi =100 #$$a Alvin Leland Kowi =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15188 =700 #$$a Harry Mulya Zein =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 388.598 832 5 =084 ##$$a 388.598 832 5 ALV s =650 #4$$a Transportasi Darat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri 17.000 pulau dan masih banyak pulau kecil yang tak terhitung jumlahnya dari Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai pulau Rote, dan memiliki 1,9 juta Km luas wilayah. Maka dari itu, dalam proses penyelenggaraan di Indonesia sangat membutuhkan banyak aspek pendukung dalam penyelenggaraan pemerintahan, dimana dalam hal pelayanan publik sangat dibutuhkan berbagai aspek-aspek pendukung dalam pelaksanaannya. Aspek yang dibutuhkan negara Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan, salah satunya yaitu Transportasi. Dimana transportasi sangat dibutuhkan dan sangat penting dalam pelayanan publik. Transportasi yang dimaksud disini adalah semua transportasi, baik laut, darat maupun udara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintahan daerah dalam meningkatkan layanan transportasi darat di kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat. Metode: penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif yakni penekanan pada observasi wawncara terhadap informan. 2 Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil wawancara dan analisis yang penulis lakukan penulis dapat simpulakan bahwa komunikasi sangat baik dan itu selalu dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara penulis juga memberikan saran bahwa kalua sudah ada komunikasi dan janji yang sudah dibuat yang melanggar dan jangan dilupakan harus diingat dan dilakukan. Kesimpulan: Strategi pemerintahan daerah dalam meningkatkan layanan transportasi darat belum seluruhnya berjalan dengan baik, dalam hal ini dilihat dalam strategi Shirley dalam salusu (2015:70).