=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194954 =005 20260406020517 =035 ##$$a 0010-0426000099 =245 1#$$a STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR /$c Muhammad Rizqi Suminto =100 #$$a Muhammad Rizqi Suminto =300 ##$$a 10 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12686 =700 #$$a Sutiyo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 551.302 598 282 2 =084 ##$$a 551.302 598 282 2 MUH s =650 #4$$a Pengamanan dari Bencana Alam dan Gunung Meletus dan Tanah Longsor =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Malang memiliki potensi bencana alam yang tinggi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Kabupaten Malang dan terus mengalami peningkatan kejadian di setiap tahunnya adalah bencana tanah longsor. Hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat di Kabupaten Malang. Tujuan: Maka, penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui penanggulangan bencana tanah longsor dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana tanah longsor serta mengetahui strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang dalam mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik Analisis SWOT menurut Rangkuti digunakan dalam merumuskan strategi yang tepat dalam mitigasi bencana tanah longsor digunakan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa penyebab terjadinya bencana tanah longsor di Kabupaten Malang dipengaruhi oleh berbagai faktor penghambat yang ada di dalam maupun luar BPBD seperti kurang sadarnya masyarakat atas mitigasi bencana, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta kondisi alam yang memicu terjadinya bencana tanah longsor. Kesimpulan: Oleh karena itu dibutuhkan strategi mitigasi bencana yang mengurangi faktor penghambat dengan memanfaatkan faktor pendukung yang ada. Adapun saran dari peneliti yaitu dengan menyelenggarakan sosialisasi, membentuk dan mengembangkan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait mitigasi bencana tanah longsor.