=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194957 =990 ##$$a 06683/IPDN/2023 =005 20260406022319 =035 ##$$a 0010-0426000102 =245 1#$$a OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET TETAP TANAH DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Mariyo Primus Kia Duan =100 #$$a Mariyo Primus Kia Duan =300 ##$$a 12 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14234 =700 #$$a Syarifuddin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 336.025 986 851 =084 ##$$a 336.025 986 851 MAR o =650 #4$$a Pendapatan Asli Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas tentang optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah dalam rangka peningkatan PAD di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, penelitian dilaksanakan di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lembata. Peneliti ingin meneliti bagaimana optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah dalam rangka peningkatan PAD di Kabupaten Lembata, hambatan optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah, serta upaya mengatasi hambatan optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana optimalisasi pengelolaan aset tetap tanah dalam rangka peningkatan PAD di kabupaten Lembata, mencari tahu apa saja faktor yang menghambatan dalam upaya optimalisasi pengelolaan aset daerah (aset tetap) dalam rangka peningkatan PAD di Kabupaten Lembata, serta melihat bagaimana Upaya pemerintah daerah dalam mengatasi hambatan optimalisasi pengelolaan aset daerah (aset tetap) dalam rangka peningkatan PAD di Kabupaten Lembata. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti ditemukan bahwa Memaksimalkan ketersediaan aset khususnya aset tanah, proses inventarisasi asetnya masih terdapat adanya sertifikat tanah yang belum bersertifikat. Memaksimalkan Penggunaan Aset, Penggunaan Aset khususnya aset tanah belum dimanfaatkan secara menyeluruh. Meminimalkan biaya kepemilikan, tingkat efesiensi aset tanah belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian secara umum proses optimalisasi pengelolaan aset daerah (aset tetap) dalam rangka peningkatan PAD di Kabupaten Lembata belum optimal dikarenakan terdapat adanya aset tanah yang belum bersertifikat, belum adanya tim penilai untuk menilai aset dan kurangnya peminat dari pihak ketiga dalam memanfaatkan aset tanah yang ada. BKAD sudah melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kesimpulan: Optimalisasi Pengelolaan aset tetap tanah dalam rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Lembata belum optimal, dikarenakan terdapat 323 aset tanah yang belum bersertifikat dan belum dimanfaatkan secara optimal, dan tingkat efesiensi suatu aset tanah di kabupaten Lembata belum efisien.